Rabu, 12 Desember 2012
Melatih kekuatan pikiran-1
Saat
bangun pagi, kadang kala kita merasa segar dan gembira, tapi sering
kali kita merasa muram karena masalah masalah yang menumpuk segera
terlintas lagi dipikiran. Nah ini yang pertama tama harus diubah. Mengaktifkan Pikiran
tidak akan efektif bila saat bangun bagi pikiran Anda telah di sabotase
oleh masalah masalah Anda. Mengubah kebiasaan yang telah Anda lakukan
bertahun tahun tidaklah mudah, tetapi juga bukan tidak mungkin.
Caranya
sederhana, hanya diperlukan kesadaran bahwa mulai saat ini Anda dapat
menguasai pikiran Anda. Anda tidak lagi dikuasai oleh pikiran Anda.
Menguasai pikiran dan dikuasai pikiran adalah dua hal yang sangat
berbeda. Contoh kongkritnya adalah bila suatu saat motor atau mobil Anda dipepet oleh motor atau mobil orang lain. Reaksi seketika Anda adalah sakit
hati, marah dan melampiaskan marah yang mengakibatkan perkelahian atau
menyimpan marah tersebut. Hasilnya, Anda membuat aktifitas Anda hari
itu terganggu. Ini adalah contoh dimana Anda dikuasai oleh pikiran
Anda. Tanpa disadari Anda telah menghabiskan energi yang sangat besar
dan hasilnya merugikan Anda sendiri
Bila
Anda dapat memilih reaksi yang Anda lakukan, yaitu Anda memilih untuk
tidak sakit hati, tidak marah dan tidak melampiaskan marah Anda, maka
Anda sudah dapat menguasai pikiran Anda. Ini bukan masalah karakter
orang atau bawaan orang, ini masalah ketrampilan diri untuk dapat
memilih reaksi dalam suatu kejadian. Salah kaprah kalau dikatakan bahwa
”bawaan orang tersebut pemarah”. Yang benar adalah ”orang tersebut
rendah ketrampilannya untuk memilih reaksinya sendiri” Dengan memiliki
ketrampilan untuk dapat memilih reaksi atas suatu kejadian, Anda telah
punya kelebihan dibandingkan kebanyakan orang. Satu kelebihan yang
nyata, Anda akan menjadi orang yang tidak mudah sakit hati.
"Tidak ada orang yang dapat menyakiti hati Anda tanpa seijin Anda".
Kembali pada saat Anda bangun pagi, mulai esok hari, singkirkan dulu
segala macam masalah yang Anda hadapi. Hal pertama yang harus Anda
lakukan saat bangun pagi adalah menggerakkan bibir Anda membentuk
sebuah senyuman. Senyuman yang dipaksakan? Sebagai awal, ya. Paling
tidak mulailah dengan sebuah senyuman yang dipaksakan, tanpa alasan
apapun. Tariklah otot bibir Anda keatas membentuk sebuah senyuman. Coba
lakukanlah sekarang..., nah seperti itu, Anda telah tersenyum. Selamat.
Anda tersenyum di pagi hari karena Anda ingin tersenyum. Kalau perlu
alasan,
Anda tersenyum karena Anda bersyukur pada
Sang Pencipta masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk tetap dapat
menikmati hidup yang indah pada pagi itu.Kemudian, saat Anda mulai
tersenyum, barengilah dengan perasaan bersyukur dan bahagia dalam diri
Anda. Lho, saya banyak masalah. Bagaimana saya bisa merasa bahagia?
Kata Anda dalam hati. Bisa, dan inilah salah satu kunci pengaktifan
kekuatan pikiran .
Mulai saat ini Anda belajar untuk dapat memilih dan menguasai pikiran
Anda, bukan dikuasai oleh pikiran Anda yang di picu oleh faktor luar.
Karena dengan menguasai pikiran, Anda akan bisa merasa bahagia, senang,
bersemangat, kapanpun Anda mau, terlepas dari masalah yang sedang Anda
hadapi. Ini sangat penting, karena hanya dengan merasa bahagia, senang
ataupun bersemangat, Anda akan memancarkan energi baik yang akan
ditangkap oleh kumparan besar energi baik di alam
semesta ini, yang nantinya akan dikembalikan sebagai energi baik yang
lebih besar untuk membantu menjalani hari hari Anda.
Sebaliknya,
pikiran yang selalu berkutat pada permasalahan, pikiran yang hanya
menimbulkan rasa marah, putus asa, malas, iri, benci, dendam, merasa
tidak mampu, kurang percaya diri, merasa pasti gagal dan sejenisnya,
akan menciptakan energi buruk yang Anda pancarkan ke alam semesta ini,
dimana alam semesta akan mencarikan energi buruk padanannya dan akan
balik ke Anda dalam bentuk masalah lain yang lebih besar.
Demikian
seterusnya lingkaran setan pancaran energi buruk ini tidak akan
berhenti bila kita sendiri tidak mau menghentikannya. Sekarang,
bagaimana caranya tersenyum dan merasa bahagia atau senang? Tersenyum
tanpa alasan adalah bagian yang paling mudah, Anda hanya perlu
memerintahkan otot bibir Anda bergerak keatas. Tetapi bagaimana dengan
merasa bahagia atau senang? Cara yang paling mudah adalah dengan
memberi alas an pada pikiran Anda sendiri.
Alasan yang Anda berikan pada pikiran Anda akan bersinergi dengan
senyuman dibibir Anda dan akan menimbulkan perasaan bahagia di hati
Anda.Dengan timbulnya perasaan bahagia di hati, Anda telah menciptakan
dan mengirim energi baik mikrokosmos Anda ke alam semesta. Alasan ini
harus benar, tidak boleh dibuat buat. Carilah alasan pada diri Anda
yang membuat Anda bersyukur atau bahagia, sekecil apapun alasan itu.
Misalnya
Anda berbahagia karena Anda sudah mempunyai tempat tinggal walaupun
kontrakan, atau sudah mempunyai motor walaupun masih kredit, atau masih
punya tabungan walaupun sedikit atau masih bisa browsing internet, atau
sudah punya pacar, atau punya sahabat sejati, atau mempunyai anak dan
suami/istri yang baik, atau Anda hidup sendiri tetapi selalu sehat dan
pasti masih banyak lagi.
Perhatikan, Anda harus fokuskan pikiran Anda pada ”punya tempat
tinggal” bukan ”masih kontrak”, pada ”punya motor” bukan ”masih
kredit”, pada ”punya tabungan” bukan ”tabungan sedikit”, pada ”saya
sehat” bukan ”bagaimana nanti kalau sakit” dan seterusnya. Pasti Anda
bisa mencari lebih dari satu alasan yang ada di diri Anda yang membuat
Anda bahagia. Ada satu penelitian yang menyatakan bahwa kalau seseorang
masih bisa browsing internet, seperti yang sering Anda lakukan, berarti
orang itu tidak termasuk dalam 80% penduduk dunia yang hidupnya jauh
lebih susah.
Selamat
untuk Anda. Bersyukurlah Anda sekarang. Nah, setelah Anda tersenyum,
merasa bahagia dan merasa bersyukur saat Anda bangun tidur, lakukanlah
kegiatan rutin pagi Anda. Setelah mandi pagi, dan bersiap untuk
berangkat melakukan kegiatan Anda, lihat diri Anda di kaca dan katakan
dalamhati dengan penuh keyakinan :
1. "Hari ini saya merasa bahagia dan bersemangat” (rasakan bahagia di hati Anda)
2. ”Saya mendapat pekerjaan pada
perusahaan..." atau ”saya berhasil dalam proyek...” atau ”saya
mempunyai usaha sendiri di bidang...”, katakana dengan spesifik, nama
perusahaan dan jabatan yang Anda inginkan, atau bidang usaha wiraswasta
yang Anda ingin bangun, atau nama proyek/pekerjaan yang sedang Anda
lakukan. Kuncinya adalah Anda mengatakan dengan penuh keyakinan, dengan
segala perasaan Anda. Syukurilah keadaan Anda saat ini. Bagaimana kalau
saat in saya sedang menghadapi satu masalah besar? Semua masalah pasti
ada solusinya. Kalau tidak ada solusinya, itu namanya bukan masalah,
tetapi fakta yang harus kita jalani.
Yang
penting untuk dilakukan adalah fokuskan pikiran Anda pada solusi dan
hasil baik atas solusi tersebut, sambil tetap semangat melakukan usaha
untuk mewujudkannya. Kalau pikiran Anda selalu fokus pada masalah
ataupun akibat buruk dari masalah tersebut, maka masalah tersebut tidak
akan pergi dari Anda malah cenderung menjadi besar. Banyak sekali orang
yang keadaannya lebih buruk dari Anda.
Sekarang
rasakan bahagia dalam diri Anda. Semakin Anda dapat benar benar
merasakan bahagia saat mengatakan ”saya merasa bahagia”, semakin baik
Anda mengaktifkan kekuatan pikiran Anda. Saat Anda mengatakan ”saya
mendapatkan pekerjaan pada perusahaan...” atau ”saya berhasil dalam
proyek...” atau ”saya berhasil dalam berusaha...”, katakan seolah olah
Anda sudah berada dalam sukses tersebut dan rasakan nikmatnya sukses.
Jangan
menggunakan kata ”akan”. Jadikanlah ini sebagai rutinitas pagi Anda
setiap hari. Kuncinya adalah mengubah pikiran Anda yang tadinya banyak
memancarkan energi buruk menjadi pikiran yang membuat perasaan bahagia
yang memancarkan energi baik untuk mendapatkan manfaat dari energi
makrokosmos di alam semesta. Apa yang Anda pancarkan itulah yang akan
Anda dapatkan. Setelah itu, mulailah hari Anda dengan keyakinan baru
dan perasaan baru yang dihasilkan dari pikiran Anda yang
mulaidiaktifkan.
Tentunya
Anda juga harus melakukan usaha usaha baru untuk meraih hasil, apakah
dalam mencari pekerjaan, berprestasi dalam pekerjaan ataupun berhasil
dalam berwiraswasta. Ingat, sukses butuh proses, dan buatlah sukses
sebagaisebuah perjalanan, bukan tujuan. Perjalanan dari sukses satu ke
sukses lain, sekecil apapun sukses itu, dan perjalanan dari rasa
bahagia satu ke rasa bahagia lain.
Buatlah rencana yang matang sebelum bertindak. Banyak buku bagus yang
dapat Anda pelajari dalam usaha mencari pekerjaan atau secara spesifik
meningkatkan pengetahuan teknis pada bidang yang Anda sukai sehingga
Anda bias lebih berprestasi atau lebih berhasil dalam usaha wiraswasta
Anda.Yang penting, sebisa mungkin arahkan pikiran Anda untuk selalu
menghasilkan perasaan yang baik agar banyak memancarkan energi baik.
Bila
pikiran Anda kembali mengarahkan Anda ke perasaan malas, putus asa,
marah, dendam, takut, iri, kurang percaya diri dan lain lain, jangan
dilawan. Kenali perasaan buruk tersebut tetapi jangan dibiarkan.
Sadarilah sewaktu pikiran Anda mulai kembali memancarkan energi buruk
ini dan dengan perlahan perintahkan pikiran Anda tersebut untuk berubah
kearah yang baik. Salah satu cara efektif untuk mengubah pikiran buruk
adalah dengan membuat setiap pikiran buruk yang muncul sebagai gambar
hitam-putih yang kecil, sekecil korek api.
Buat
gambar tersebut semakin mengecil dan akhirnya menghilang dari pikiran
Anda. Selanjutnya, pada pikiran Anda, gantilah dengan gambar film
berwarna sebesar layar lebar yang sangat indah yang berisi hal hal baik
pada diri Anda yang pantas Anda syukuri dan merasa bahagia.
Sekarang
Anda telah mempunyai satu ”ilmu” yang sangat luar biasa. Dengan
melakukan senyum, bersyukur dan merasa bahagia atas apa yang telah Anda
miliki atau Anda capai sekarang, Anda telah mengirim energi baik ke
alam semesta, dimana alam semesta akan merespon dengan energi baik
makrokosmos dalam bentuk kebaikan yang akan Anda alami. Selain di pagi
hari, Anda dapat melakukan senyum, bersyukur dan merasa bahagia ini
dimana saja, kapan saja, misalnya saat Anda menunggu kendaraan, pada
perjalanan panjang, menunggu seseorang dan lain lain. Hanya saja tidak
perlu berlebihan, nanti orang melihat Anda dengan pandangan aneh
(hehee...)
Berlangganan Komentar [Atom]